Diary of an IT Guy

Heart passion to keep the brain moving>>>

Posts Tagged ‘gaya hidup

Benchmarking: Westerner Vs Asian (kita?)

leave a comment »

Blue –> Westerner
Red –>
Asian

Opinion



B: langsung to the point.

R: blunder muter-muter dulu, apalagi kalo opininya berbeda paham.

Read the rest of this entry »

Written by isal

15 April 2008 at 18:22

Posted in Obrolan

Tagged with , ,

Jakartaku: Pagi cerah – Siang Panas – Sore Hujan – Malem Macet

leave a comment »

Ah begitulah hdiup di kota jakarta. Kudu kuat mental. Kudu kuat iman. Tadi bagun jam 3.00 pagi, solat terus biasa terus browsing sana-sini, update blog, kerjain PR kantor, dll smp jam 06.30. Wuihh gak kerasa. Pergi ngantor pakai motor jalan meliuk-liuk..ngantukk euy… ah daripada celaka, minggir dulu di rombong deket universitas mustopo beli permen dan air aqua. pasang headphone..denger NowSeeheart, Hijjaz, Raihan, Saujana, dll. Alhamdulillah nyampe kantor dengan selamat.

iang jumatan di masjid RS Jakarta. Ngantuk tuk tuk… Abis itu meluncur makan siang dengan 5 tusuk sate kambing plus nasi plus krupuk tercinta. Ah badan kok rasanya makin tambah melar.. dan kepala agak snud2 meskipun hanya 5 tusuk… jangan-jangan kolesterol????

Beberapa temen (Si Andri, Si Giri dan Pak Indra) nyaranin supaya gak “ndut” jgn makan karbohidrat (nasi) setelah jam enam sore. Disarankan cukup makan buah2n dan sayur karena aktivitas malam tidak banyak bergerak so agar kolestreol dapat ditekan. well aku cobain ah malem ini tidak makan nasi… tapi makan Indomie 🙂 hahahahhhh sudah tuh abissss… coz tadi bener2 laper and kehujanan sampai di rumah. well bete krn kehujanan terobati sudah dengan sambutan anak tercinta. Ayahhhhhhh…

Hah thanks GOD saya pulang lebih awal. Kalau gak.. wah pasti macet pisann jakarta. Biasa penyakit kota jakarta kalau abiss ujan pasti macet di mana-mana… wahh gimana neh bang kumis gak becus ngurus jakarta. Well hidup ini memang penuh keajaiban dan selalu ada saja cobaan yang harus kita hadapi bersama. Semoga itu bisa menjadi pembelajaran hidup sehingga kita lebih dewasa dan bijak…

Besok kita jumpa lagi dengan kerjaan setumpuk : Perbaiki manhole, testing dan pindahan Firewall, update PC, Ngeblog & Chatting lagi, ahhhh moga tidak bosan.

OK selamat malam jakarta. Selamat ttidur semuaa…

Written by isal

11 April 2008 at 21:45

Inilah hasil industri televisi, mencetak artis instan dengan terbelit utang

with 4 comments

Dari millis sebelah …

Inilah hasil industri televisi, mencetak artis instan dengan terbelit utang…

Rasanya sudah tidak memberi nilai tambah bagi masyarakat, yang jelas mobile operator paling diuntungkan selain para pemilik TV program tersebut.

Inilah produk hedonisme.

Dua Hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari Kehidupan mereka. Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di Teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan.

Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah. Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak Ada satu pun kemenangan AFI. Itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka sanggup menghabiskan uang untuk sms. Orang Tua Alfin Dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 2005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit Mahal RP 500.000. Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi.

Read the rest of this entry »

Written by isal

6 April 2008 at 02:46

Amerika (dan kita?) sudah diambang resesi akibat gaya hidupnya sendiri

with 3 comments

Pada saat ini Amerika sedang dilanda badai financial, diikuti dengan jatuhnya saham Bear Stearns (BS), dari $ 150 dollar anjlok ke $ 2.00 per share. Yang belum begitu paham mengenai BS, boleh saya ulas sedikit. BS adalah salah satu dari 5 perusahaan sekuritis terbesar di Amerika.

Penyebab jatuhnya BS adalah akibat gaya hidup American sendiri. Hampir 6 juta penduduk di Amerika yang tidak memiliki cukup uang, bergaya dengan membeli property (rumah tinggal) dengan cara meminjam uang kepada bank sebesar 100% dari harga property itu sendiri. Mereka membeli rumah tanpa modal, tidak menyetor down payment, dan bahkan memasukkan angka down payment ke dalam angsuran bulanannya. Mereka inilah yang dikenal dengan sebutan subprime borrowers.

Pihak yang meminjamkan uang tidak pernah merasa khawatir, karena mereka memutar dana mortgages itu kedalam siklus bond yang dinamakan Mortgage Backed Securities Di Amerika, salah satu perusahaan yang memegang peran dalam perputaran bond adalah Fannie Mae , si Fannie ini adalah program yang disponsori oleh pemerintah tapi sahamnya dimiliki oleh private investor.
Read the rest of this entry »

Waspadai Jeratan Gaya Hidup

leave a comment »

Tagihan pulsa telepon seluler anak-anak melonjak dari bulan sebelumnya, sementara pengeluaran bensin kendaraan juga sudah jauh meningkat dibandingkan setahun lalu? Duh… pusing! Semua penting, sementara uang sudah tidak ada yang bisa dibagi ke pos lain.

Apa betul semua penting? Coba periksa gaya hidup Anda. Mungkin di sanalah awal masalah keuangan keluarga. Orang sering kali tidak sadar, gaya hidup bisa membuat terjerumus pada masalah yang memusingkan kepala, terutama ketika gaya hidup tak lagi sesuai dengan besarnya penghasilan.

Konsultan keuangan, Eko S Pratomo, pada seminar berjudul ”Cerdas Finansial dalam Keluarga” di Bandung beberapa waktu lalu mengingatkan, peningkatan gaya hidup bisa lebih cepat terjadi daripada peningkatan penghasilan.

Eko mencontohkan, ada seseorang yang awalnya mampu hidup dengan gaji Rp 500.000 per bulan setelah gajinya meningkat, konsumsinya pun menanjak. Orang tersebut mulai mengonsumsi banyak produk hingga satu saat merasa kekurangan karena penghasilannya tidak lagi mampu memenuhi kebutuhannya yang terus meningkat.

siap prilaku konsumtif sering terbentuk ketika kanak-kanak

Dorongan untuk sikap konsumtif sering terbentuk sejak anak-anak.

Read the rest of this entry »

Written by isal

2 April 2008 at 04:38

Self Starting : Menjadi Manusia Super Bintang

with one comment

Kita tentunya akan selalu ingat akan peribahasa “gantungkan cita-citamu setinggi langit”. Sebuah peribahasa yang menyatakan akan sangat berharganya ketinggian bintang dan juga menggambarkan kaitan antara kesuksesan atau tercapainya cita-cita dengan istilah bintang. Berbicara tentang bintang berarti berbicara tentang kelas tertentu dalam derajat kemanusiaan. Biasanya bintang menjadi panutan, sorotan banyak orang, sesuatu yang menggambarkan kehebatan, kualitas, kebesaran manusia.

Orang-orang yang terkenal, orang cantik dan ganteng, orang yang menjadi teladan selalu menjadi bintang. Kita mengenal adanya bintang film dalam dunia film, kita mengenal adanya bintang radio dalam dunia radio, kita mengenal adanya bintang lapangan dalam dunia sepakbola, basket dan olah raga lapangan lainnya, kita mengenal adanya bintang pelajar di sekolah. Sampai-sampai orang-orang yang hebat tadi kalaupun jadi tamu dalam acara diberi gelar sebagai bintang tamu.

Dunia telah mencatat Pele sebagai bintang lapangan sepakbola, Michael Jordan sebagai bintang bola basket serta berbagai nama bintang dalam berbagai bidang lainnya.

Pertanyaan yang dulu sering muncul dalam benak saya ketika mengamati bagaimana kehebatan orang-orang yang menjadi bintang adalah apakah mungkin kita dapat menjadi bintang?

Bagi orang-orang yang dilahirkan dengan karunia besar dari Pemilik Kehidupan, dilahirkan dalam keluarga dengan sumber daya yang melimpah, dilahirkan dengan wajah cantik atau ganteng, dilahirkan dengan penuh bakat. Bagi mereka untuk menjadi bintang bukanlah hal yang sulit. Bagi orang-orang yang dilahirkan dengan kemampuan atau sumber daya besar atau oleh penulis sering disebut sebagai “kapasitas takdir” yang besar, tanpa kerja keras, tanpa pengorbanan, tanpa banting tulang, tanpa kesulitan mereka mempunyai peluang besar untuk dapat menjadi bintang.

Lantas bagi kita, bagi orang-orang yang lahir dan hidup dari keluarga dengan sumber daya terbatas dan tidak besar, dapatkah kita menjadi bintang?

Read the rest of this entry »

Written by isal

30 November 2006 at 08:28

%d bloggers like this: