Diary of an IT Guy

Heart passion to keep the brain moving>>>

Posts Tagged ‘dollar

Transparansi Data Beban Utang Negara Per 31 Juli 2012

leave a comment »

Dari tahun ke tahun pemerintah kok doyan utang ya. Kok utang nambah terus. Per 31 Juli 2012 utang RI sudah mencapai Rp. 1959 Triliun atau setara dengan USD 196 Miliyar Dollar.

Jadi ditung-itung kalau jumlah penduduk indonesia ada 230 juta berarti tiap WNI termasuk bayi itu mempunyai beban utang Rp. Rp. 8.517.391

Hhhmmm kapan ya kita merdeka bebas utang.

Written by isal

5 September 2012 at 15:16

Posted in Indonesiana

Tagged with , , , , , , , , ,

Mari rajin bekerja, menabung dan beramal untuk menyukseskan masa depan

leave a comment »

Dulu teringat pas tahun 1997 ketika krisis moneter akibat spekulan mata uang seperti George Soros meruntuhkan nilai rupiah terhadap dollar sampai Rp. 15.000 per dollar. Orang-orang pada berebut berburu mata uang dollar.

Sekarang 11 tahun berlalu, karma berbalik dimana ekonomi Amerika ambruk oleh skandal produk derivatif subprime mortgage sehingga membangkrutkan bank investasi kakap Lehman Brothers serta hampir membangkrutkan Bank of America, JP Morgan serta AIG.

Ekonomi europa pun sekarang sedang sekarat dimana ekonomi yunani, italia, portugal dan irlandia sedang mengalami krisis utang yang berjumlah miliaran euro.

Disadari atau tidak bangsa Indonesia saat ini dijajah oleh kekuatan ekonomi raksasa seperti amerika dan eropa. Menyusul china. Kebijakan ekonomi yang lemah juga menyumbang fundamental ekonomi indonesia yang snagat rentan terhadap fluktuasi mata uang rupiah. Misal ketika diganggu oleh gonjang-ganjing politik. Rupiah rentan terhadap goyangan angin sepoi politik.

Tak ada lagi yang mesti diperkuat adalah fundamen ekonomi rakyat. Salah satu cara untuk memperkuat kondisi ekonomi itu adalah:

  1.  Rajin menabung
  2. Tekan pola konsumerisme
  3. Minimalisir berutang untuk keperluan konsumtif. Berutang untuk usaha produktif tdk masalah sepanjang kita berupaya keras dan fokus dalam usaha yang kita geluti dan memiliki niat baik untuk melunasinya.
  4. Tidak mempercayakan tabungan jangka panjang (misal utk kuliah anak, naik haji, dsb) dalam mata uang kertas ataupun produk investasi abal-abal (trading berjangka). Emas dan property adalah pilihan tepat investasi jangka panjang. Kelebihan emas sangat liquid dibanding property.
  5. Tetap low profile dan tidak serakah dalam menjalani hidup.

Itu sih mungkin sementara kesimpulan saya terinspirasi oleh rekan-rekan suku bugis dan padang yang giat bekerja dan rata-rata banyak yang sudah naek haji karena mereka rajin menabung emas. Mereka tidak masalah ketika rupiah digoncang prahara karena emas memang terbukti menjaga nilai kekayaaan sehingga tidak dirampok oleh inflasi.

Kita benar-benar sangat terhina ketika misal ketika akan menjual dollar, si orang valuta tidak mau menerima uang dollar yang terlipat walaupun itu seinchi.

Salut untuk pemerintah china dan india yang mendorong rakyatnya untuk terus berinvestasi dalam bentuk emas. Lha pemerintah indonesia kemana ya? Yang ada malah membiarkan Freeport menjarah emas papua dengan bagian royalti 1%. Miris!

Daripada nabung uang dollar ya mending emas aja. Tapi jgn lupa utk keluarkan zakatnya 2.5% jika emasnya sudah mencapai 85 gram.

Go to hell dollar, go to hell euro.. Welcome back gold era!

Written by isal

29 October 2011 at 15:47

Posted in Indonesiana

Tagged with , , , , , ,

Liciknya IMF : Melarang Penggunaan Emas Sebagai Currency Tapi IMF Sendiri Menimbun Emas

leave a comment »

Gonjang-ganjing isu sanering/redenominasi uang rupiah dari Rp.1000 mejadi Rp.1 mengingatkan saya dengan artikel di bawah ini. Intinya sistem currency berbasis uang kertas sangat lemah. Daripada sanering lebih baik ganti saja mata uang rupiah itu dengan emas (dinar) dan perak (dirham).. Cukup kok 10 tahun untuk konversi ke dinar & dirham.. Ngapain dilakukan sanering karena ujung-ujungnya setiap ganti presiden/pemerintahan bisa-bisa nilai rupiah pasti turun lagi dari Rp. 1 menjadi Rp. 1000.000..!

Di Dunia Islam, uang emas dan perak yang dikenal dengan Dinar dan Dirham juga digunakan sejak awal Islam baik untuk kegiatan muamalah maupun ibadah seperti zakat dan diyat sampai berakhirnya Kekhalifahan Usmaniah Turki tahun 1924.

Standardisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW, ”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud).

Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham. Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram. 1 Dinar senilai emas 22 karat 4.25 gram. sekarang 1 dinar senilai dengan Rp 1.473.810, 1 dirham senilai Rp 32.000

Fungsi uang

Dalam teori ekonomi, uang memiliki tiga fungsi yaitu :
1. sebagai Alat Tukar (Medium of Exchange),
2. sebagai Penyimpan Nilai (Store of Value) dan
3. sebagai Satuan Perhitungan/Timbangan (Unit of Account).

Read the rest of this entry »

%d bloggers like this: