Diary of an IT Guy

Heart passion to keep the brain moving>>>

Archive for the ‘Obrolan’ Category

Ketemu di Spotify: Rena By Muchsin Alatas

leave a comment »

Hadeuh lagu ini dulu sering diputar bokap pas saya waktu SD… Wa ra ra as…
Linknya: https://open.spotify.com/track/0TaJ6LziruU5DLBAn2m2AJ

Written by isal

17 September 2016 at 04:08

Posted in Obrolan

Nice Song: Everything Has Changed

leave a comment »

Sudah lebih dari 10 tahun tidak update lagu barat terkini sehingga waktu seperti jalan di tempat karena dengernya lagu zaman 90an mulu.

Waktu sepertinya mulai berjalan lagi setelah nemu lagu terkini yg lumayan sederhana tapi cukup dalem.  Hehehe.. isinya sepertinya tentang cinta monyettt jaman SD…  🙂

Silahkan disimak:

Written by isal

14 April 2014 at 16:09

Posted in Obrolan

Tagged with , , ,

Catatan ringan perjuangan menuju tempat kerjaan

leave a comment »

Hidup di Jakarta memang penuh perjuangan. Apalagi buat orang yg penghasilannya terbatas sehingga kebutuhan transportasinya begitu bergantung pada fasilitas umum. Perjuangan meraih tempat untuk berdiri di dalam bis tujuan kota jakarta saja kadang sudah berat, apalagi jika ingin dapat tempat duduk. Tempat duduk adalah benda ‘mewah’ dalam konteks transportasi umum. Tempat saya menunggu bis adalah ujung dari rute trayek bis ini. Tentunya lebih mudah bagi kami yg menunggu bis di ujung trayek ini untuk mendapat kursi ketimbang orang-orang yang menunggu di tengah-tengah rute trayek. Tapi jangan anggap terlalu mudah, karena yang menunggu di pangkalan ujung trayek inipun banyak, lebih banyak dari kursi yang tersedia di bis sehingga kursi tetap saja jadi rebutan.

Momen orang berlarian berebut memasuki pintu dari setiap bis yang baru datang adalah momen yang menarik. Setiap orang berharap menjadi yg lebih dahulu masuk, agar masing-masing mereka dapat duduk. Kadang ada sedikit dorongan, senggolan dan berbagai benturan fisik lain. Semua itu dilakukan karena dengan duduk, perjalanan yang bisa memakan waktu sampai 2 jam, bisa diselingi dengan tidur, chatting, bbm-an, atau bahkan dengan menulis tulisan ini.

Yang menarik dari perjalanan hari ini adalah seorang bapak yang setelah rebutan masuk bis, duduk 2 baris di depan saya. Pakaiannya biasa saja, baju hitam dengan celana hitam. Gak berbeda dengan orang lain. Setelah dia dapat tempat duduk, dia sempat menyapa seorang bapak lain di baris belakangnya, persis di depan saya duduk. Bis sudah penuh dan mulai berjalan, beberapa orang harus berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. Selang 20 meter bus berhenti kembali, ada beberapa penumpang mulai naik. Bapak ini mulai menarik perhatian saya, karena dia memberi kode kepada seorang wanita muda berpenampilan pegawai kantoran yang duduk diatas motor di samping bis yang berhenti. Wanita itupun naik kedalam bis, sementara si bapak malah berdiri dari kursinya dan kemudian menyerahkan kursinya kepada si wanita sebelum kemudian turun dari bis.

Saya bertanya-tanya, fenomena apa ini? Apakah sudah sebegitu kerasnya perjuangan mendapat kursi di bis sampai perlu ada calo khusus?
Jawabannya saya dapat dari bapak di depan saya. Ternyata wanita itu putri si bapak yang turun dari bis. Saya perhatikan wajah si bapak yang saat ini sudah duduk diatas motor disamping bis tadi. Seperti senang sekali bisa mempermudah hidup putrinya walau mungkin hanya sekedar untuk 2 jam perjalanan..

Oh bapak, terima kasih sudah menginspirasi saya.. Anak-anak kita adalah titipan Allah. Jaga, rawat dan sayang adalah kata yang harus menghiasi interaksi kita dengan mereka..

3desember, diatas kursi yang diantar 4 roda berputar

——
Sharing from a friend who live in Bekasi and work in Jakarta

Written by isal

3 December 2013 at 11:06

Mahasiswa bokis vs Dosen

leave a comment »

Ada empat orang mahasiswa yang kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan. Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yang sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan.
Mahasiswa A: “Pak, maaf kami telat ikut ujian semester.”
Mahasiswa B: “Iya, Pak. Kami berempat naik angkot yang sama dan ban angkotnya meletus.”
Mahasiswa C: “Iya, kami kasihan sama supirnya…. Jadinya kami bantu dia pasang ban baru.”
Mahasiswa D: “Oleh karena itu kami mohon kebaikan hati Bapak untuk kami mengikuti ujian susulan.”

Sang dosen berpikir sejenak dan akhirnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan. Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yang berbeda. “Ah, mungkin biar tidak menyontek,” pikir para mahasiswa. Ternyata ujiannya cuma ada dua soal saja. Dengan ketentuan mereka baru diperbolehkan melihat dan mengerjakan soal kedua setelah selesai mengerjakan soal pertama. Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10. Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyu- senyum.

Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90. Keringat dingin pun mulai bercucuran. Di soal kedua tertulis: “Kemarin, ban angkot sebelah mana yang meletus?”

Moral Story: Orang yg hobi-nya bokis pasti akan kena batunya juga..

Written by isal

20 September 2013 at 12:44

Posted in Obrolan

Tagged with , , , ,

The Dangers of CINTA SAMPINGAN.

leave a comment »

Berhati-hatilah dengan ketertarikan kepada orang lain setelah Anda berjanji setia kepada Cinta Utama Anda.

Cinta Sampingan (CS) adalah urusan penuh muslihat yang mudah dimasuki tapi yang mempersulit jalan keluar Anda.

Janganlah tertipu dengan penampilan lembut dan sangat penurut dari seorang CS, karena setelah Anda merasa tak sesuai lagi dengannya, dia akan berubah menjadi agen rahasia yang menyusupi keluarga Anda, promotor keburukan nama Anda di lingkungan yang menghormati Anda, dan mempermalukan Anda dengan niat menjatuhkan Anda dan seluruh keluarga besar.

Apakah Anda pernah menyaksikan turunnya pamor orang-orang yang tadinya terhormat, karena pembalasan dendam oleh para CS, atau karena terbongkarnya urusan CS mereka?

Cinta Sampingan adalah urusan kecil, yang buntutnya panjang dan menyengat.

Sesungguhnya, Cinta Utama Anda jauh lebih baik dan penuh berkah. Jika tidak, mengapakah Setan membuat keburukan di luar Cinta Utama Anda kelihatan menarik?

Berhati-hatilah.

Cinta Sampingan akan menjadikan Anda dikesampingkan dalam pergaulan yang baik.

Cinta Utama adalah tempat tumbuhnya semua kebaikan hidup.

Mario Teguh – Loving you all as always

Written by isal

5 December 2011 at 13:21

Posted in Obrolan

Tagged with , ,

Frame kacamata merk Swissflex tidak awet

with 13 comments

Tergiur oleh marketing sebuah optik di permata hijau yang mendemokan frame kacamata merk Swissflex. Dalam demonya dia mengatakan bahwa frame swissflex anti patah karena diklaim sangat lentur dan terbuat dari polymer material untuk operasi jantung.

Eh ternyata tdk sampai 6 bulan frame tersebut yang dipakai anak saya yg berumur 5 tahun : PATAH. Patah di nosepad juga patah di gagang pinggir. Ya biasalah anak-anak kalau main suka gak kontrol: jumpalitan, salto, dsb. Tapi ini kacamata patah kata anak saya karena maen “pocong-pocongan” ama temennya. Duh nak itu kacamata mahal banget belinya belum setahun sudah patah… ahhhhh… jajan lagi deh..

Kesimpulan: sepertinya untuk anak belum baligh frame kacamata swissflex ini kurang cocok alias ya agak mubazir aja coz ternyata tidak “anti patah”. Sebaiknya diberikan untuk anak/orang yang sudah bisa merawat barang.

So?

Written by isal

20 September 2011 at 06:16

Posted in Obrolan

Tagged with , ,

Sekali Lagi, Emas Perhiasan itu ‘Just Fashion’

with one comment

Meski beli emas perhiasan bukan purely investasi, pasti masih menyukai emas perhiasan, kan? Selera dasar perempuan, ingin sesuatu yang fashionable, sesuatu yang menarik dan ‘berkilau’ untuk dikenakan.

Seringkali memang situasi ‘memaksa’, terlalu banyak godaan di lapangan, sehingga saya akan berikan beberapa tips membeli perhiasan. Be a smart consumer. Pelajari lalu aplikasikan, mudah-mudahan membantu. Setidaknya membuat kita sebagai konsumen punya pengetahuan yang cukup agar tak mudah terkelabui saat transaksi.

Hal utama dan pertama yang perlu dipahami adalah perhiasan tidak bisa disebut investasi karena perlakuan terhadap jual-belinya tidak sestandar dinar & emas batangan. Karena ada unsure selera dan seni dalam pembuatannya,perhiasan lebih cocok disebut produk fashion, bukan investasi. Salah satu tak standarnya perlakuan jual-beli perhiasan adalah beda toko akan menyebabkan berbeda harga.
Jangankan itu, berat emas yang sama tapi berbeda model bisa
menyebabkan beda harga

Selisih jual-beli emas perhiasan bisa mencapai 10%, atau kadang dalam bentuk nominal berupa pengenaan ‘ongkos bikin’ Rp 60 ribu per gram. Sedangkan selisih jual-beli Dinar hanya 2-4% & emas batangan 6-10%.

Ketika emas dalam bentuk lain sudah menghasilkan return 20-25% per tahun, perhiasan baru mencapai return setengahnya, bahkan kadang bisa minus (rugi). Ada komponen ‘ongkos pembuatan’ atau biaya lebur yang dibebankan kepada pembeli ketika membeli emas, tapi tak diperhitungkan ketika konsumen menjualnya kembali, membuat selisih jual-beli emas perhiasan demikian besar. Emas perhiasan dibeli lebih mahal untuk berat yang sama dengan emas batangan karena ada ongkos pembuatan, dan dibeli lebih murah karena ongkos bikin tak dihitung. Akan tetapi, asalkan akan disimpan minimal 2 tahun, emas perhiasan masih lebih menguntungkan daripada tabungan & investasi medium risk lainnya, terlebih tabungan dan deposito.

Disisi lain, jika mau jujur, seberapa lama sih pemilik perhiasan bisa menahan diri untuk tidak ganti membeli atau tukar-tambah setiap model baru muncul? Mungkin setahun sekali. So, kembali, karena impaknya jelas rugi, maka mari memposisikan emas perhiasan sesuai peruntukannya : ia adalah fashion semata. Lupakan loss, return dan lain sebagainya. Read the rest of this entry »

Written by isal

4 May 2011 at 11:14

Posted in Obrolan

Tagged with , , ,

%d bloggers like this: