Diary of an IT Guy

Heart passion to keep the brain moving>>>

Sharpen Your Saw or Die!

leave a comment »

Hari ini kita akan diskusi tentang bagaimana pentingnya kita untuk selalu belajar, berubah dan selalu mempertajam kompetensi kiya.
Tulisan ini terinspirasi oleh telpon yang saya tetima dari seorang teman yang sedang bekerja di New York selama 2 tahun belakangan ini. Sebut saja namanya Heni.
Heni adalah seorang profesional muda yang bekerja di global headquarter sebuah perusahaan multinasional.
Orangnya ramah, simpatik dan baik hati.

Anyway dia bilang,”Pak Pam… saya selalu membaca tulisan Pak Pam yang inspiring. Dan saya suka sekali.”
Heni melanjutkan,”Saya juga mengerti … saya harus berubah, saya harus belajar hal hal baru untuk meningkatkan market value saya dan saya harus improve. Tapi kapan waktunya pak? Waktu saya habis tersita untuk pekerjaan saya. Belum saya harus mengurus 2 anak dan appartemen saya. Tanpa pembantu. Bagaimana saya punya waktu untuk belajar hal hal yang baru? Learning agility? Is this something that I can really develop when I am this busy?”.

Saya pun menceritakan ke Heni tentang pengalaman saya bersama kakak saya waktu pulang ke Magetan naik mobil berdua (gantian nyetir) belasan tahun yang lalu.

Karena kakak saya terburu buru dia pun menyetir cepat cepat.
Kadang kadang saya mencoba mengingatkannya agar dia berhenti sejenak untuk mengecek ban dan oli karena perjalanan yang cukup jauh (sekitar 800 km).
Tetapi jawabannya adalah dia tidak punya waktu karena tergesa gesa.
Sampai akhirnya ….. sesaat sebelum masuk Semarang … malam malam, mobilnya rusak mesinnya dan harus turun mesin karena masalah oli (yang tidak dicek pada pagi harinya meskipun diingatkan).

Malam hari, mesin rusak, turun mesin. That’s almost the worse thing that could happen to you.
Mengapa ini terjadi?
Karena tidak dicek mesinnya?
Mengapa ?
Karena merasa tidak punya waktu.

Wrong!!!
You always have the time. Kita selalu punya waktu.
The problem is what do we do with the time that we have in our hands.
Kakak saya bisa memutuskan untuk mengecek mesin dan olinya.
Atau memutuskan untuk tidak pernah mengecek dan menyetir terus.
Akhirnya turun mesin. Dan akibatnya lebih fatal.

Heni punya masalah yang sama. What does she do with the time in her hand?
Dia bisa memutuskan untuk belajar di antara waktu yang masih pekerjaannya, atau tidak pernah belajar.
Padahal dunia bisnis berubah begitu cepat sedemikian hingga knowledge dan kompetensi Heni akan menjadi tidak relevant di masa depan.
Dan kalau bisnisnya terus berubah padahal knowledge dan kompetensinya tidal di upgrade… lama lama otak Heni akan turun mesin.

So remember, upgrading your knowledge and competence is not about increasing your market value .

It is about survival.

Sharpen your saw or die.

Mari kita belajar dari teman teman kita yang dulunya berjaya bekerja di industry pertambangan dan perminyakan.
Beberapa di antara mereka mempunyai knowedge dan competence lain akan bertahan hidup (surive).
Sementara yang tidak mempunyai knowledge dan competence lain akan kesulitan bertahan hidup.

So, make your learning become priority.
When it is a priority it means that you will do it regularly, regardless of the workload that you have in the office.

So …. bagaimana dong caranya ?

1. Prioritize your time

Anggap itu sebagai priority yang harus anda kerjakan.
Pekerjaan anda tidak akan ada habisnya.
Mau nginep di kantor pun email itu gak akan habis.
Kalau anda terus menerus melakukannya, tiba tiba anda akan menyadari bahwa anda sudah 20 tahun melakukan hal yang sama berulang ulang tanpa menyisihkan waktu untuk belajar dan mengembangkan diri anda.
Dan pada akhirnya anda akan kalah berkompetisi dalam hal karier dan promosi dibandingkan dengan teman teman anda yang rajin belajar dan mengembangkan diri mereka?
Is this what you want?
Can you blame them?
The only person to blame is YOURSELF!

2. Learn something new

Lihat perkembangan dunia. Lihat perkembangan bisnis. Pelajari hal hal yang akan berguna di masa depan. Kalau anda di HR mungkin harus belajar Finance. Kalau anda di marketing mungkin belajar supply chain. Kalau anda di sales mungkin belajar audit.
Learn something new.
Kalau perlu belajar bahasa Jepang, Korea, Mandarin, Spanyol, Perancis…
Apa saja.
As long as you learn something new.
Your new skills can save your life in the future.

But mainly, your ability to learn something new, your learning agility, will save your future.

3. Invest in yourself
Invest your time.
Invest your effort.
Invest your own money.
Because the career will be a competition, challenging competition.
Jadi yang berani invest paling banyak yang akan memenangkan kompetisi

4. Reward yourself and celebrate

Setiap kali anda menyelesaikan satu phase dalam proses pembelajaran. Reward yourself and celebrate.
This will motivate you for the next steps of your learning journey.

5. Set your career objective

Set an objective. Which job you want to have in 2-3 years. Work hard. Improve your competences so it will bring you closer.
Build the network to help you bridging the career gaps.

Silakan mencoba.

Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto

Advertisements

Written by isal

26 April 2016 at 09:39

Posted in motivasi

Tagged with , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: