Diary of an IT Guy

Heart passion to keep the brain moving>>>

Apa itu Bitcoin

leave a comment »

Oke, mari kita jelasin dikit soal Bitcoin, pakai bahasa sederhana.
Semoga pada nangkep.

"Uang biasa" => underlyingnya emas => emas di dunia jumlahnya cenderung tetap, atau, nambah tapi dengan akselerasi menurun. Kenapa uang harus ada underlyingnya? Agar uang nilainya stabil.

"Uang biasa" itu dikuasai pemerintah2, nggak disukai komunitas yg pengen anonym. Maka dicarilah sistem uang baru yg undelyingnya bukan emas, tapi underlying tsb harus punya property atau kecenderungan yang sama dengan emas, yaitu jumlahnya segitu aja.

1998 terlahir konsep "crypto-currency", yaitu sistem uang dengan underlying "formula matematis".

Idenya seperti konsep bilangan prima.
Jika kita punya deretan angka (1 sampai tak terhingga), maka di dalamnya pasti ada bilangan-bilangan prima yang jumlah totalnya cenderung segitu-segitu aja. Di angka kecil, nyari bilangan prima itu gampang, tapi makin besar angkanya, nyari bilangan prima itu makin sulit, harus dengan mesin komputasi besar.

Nah ini jadi mirip seperti emas. Waktu emas belum banyak dicari orang, nyarinya gampang. Tapi semakin ditambang, nyari emas makin sulit dan makin mahal biaya nambangnya.

Jika emas bisa jadi underlying sistem uang, nah, konsep seperti bilangan prima ini juga bisa dong.

2008, konsep itu berhasil dijalankan oleh "Satoshi Nakamoto" (bukan nama sebenarnya) dan diberi nama bitcoin. Dia menawarkan sebuah "formula matematis" untuk mencari bilangan "bitcoin blocks" (analogikan dengan gold blocks).

Di awal2 formula ini disebarkan, formula ini bisa mendapatkan block-block awal dengan mudah. Setiap sebuah block ditemukan, block itu "dicatat" dan "ditukar" jadi uang bitcoin. abis itu bilangan block tsb sudah tidak bisa dipakai lagi, karena sudah berubah jadi uang bitcoin. Orang lain harus cari block baru lagi (bilangan baru lagi) yang sesuai dengan formula tsb.

Makin hari bilangan tersebut makin susah dicari. Bisa sih, tapi dengan biaya yang makin besar. Limitasinya adalah, jika biaya komputasinya (atau biaya menambang emasnya) sudah lebih mahal dari nilai barang yang didapat, maka orang akan dengan sendirinya berhenti menambang. => maka jumlah emas bitcoin di dunia akan berhenti segitu.

Aspek teknologi : Saat ini nambang emas bitcoin itu sudah tidak segampang di awal-awal, tapi masih menguntungkan, makanya masih pada berlomba-lomba bikin alat penambang emas bitcoin (baca: alat hitung bilangan bitcoin) dalam bentuk hardware CPU / GPU / dan lain-lain, beserta software kalkulasinya.

Aspek filosofis : Bitcoin sah? Sama sah-nya dengan suku bangsa yang masih pakai kerang sebagai alat tukar. Asal semua orang setuju untuk nggak pakai uang, tapi pakai kerang, kenapa tidak?

Aspek politis : Saat Reagan memutuskan untuk men-diskonek-kan "uang biasa" dengan emas sebagai undelyingnya, di saat itu juga "uang biasa" jadi bisa dicetak sebanyak-banyaknya. Ini sebenernya langkah bunuh diri, karena per USD nilainya jadi kempes jauh dibanding emas yang dimiliki Amrik. Tapi Reagan nekat, karena yakin bahwa ekonomi Amrik masih jadi pemimpin ekonomi dunia. Semua negara masih mengacu-kan mata uangnya masing-masing ke USD. Hal itu yang masih bikin Amrik berjaya sampai sekarang. Tapi jika suatu saat nanti banyak negara pindah basis mata uang (seperti irak atau iran yang mau pindah basis ke euro), matilah Amrik. Makanya Amrik akan terus berusaha "membunuh" policy negara2 yang mau pindah basis. Actually, nggak cuma Amrik sih. Semua negara akan berusana membunuh policy mata uang lain selain legal currency, demi eksistensi-nya masing-masing.

Problem : Kesalahan politis dengan men-diskonek-kan "uang biasa" dengan emas sebagai underlyingnya, "is a doom waiting to happen". Suatu saat sistem uang seperti itu bisa hancur. Saat ini saja utang LN Amrik sudah segede galaxy bima sakti #lebay. Kalau sistem tsb hancur, apa penggantinya?

Solusi : Harus ada alternative currency. Nah ini kenapa bitcoin tiba2 terkenal. Selain anonim, tidak berbasis pemerintahan, proven secara matematis (bisa dibuktikan oleh semua orang), diharapkan sistem ini nggak akan crash karena blunder politis seperti USD yang dilepas dari underlying-nya.

Side effect : Cara bitcoin ini bisa direplikasi. Nanti akan ada konsep-konsep lain lagi yang serupa, dan akhirnya akan ada banyak sistem uang digital. Sama sahnya dengan kerang / kambing / hasil bumi / mata uang yang sama-sama bisa exist barengan sebagai alat tukar. Tinggal nanti dicari cara konversi antar sistem mata uang aja.

Kerugian bitcoin : Bilangan bitcoin yang sudah digali dan dicatat, akan dicatat dalam wallet masing-masing pemilik. Kalau wallet tsb hilang, maka bilangan2 bitcoin yang tercatat di situ juga akan lenyap, dan tidak akan bisa dipakai orang lagi. Makanya wallet jangan sampai hilang.

Advertisements

Written by isal

12 December 2013 at 16:08

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: