Diary of an IT Guy

Heart passion to keep the brain moving>>>

Berkunjung ke museum Jawa Barat Sri Baduga

with 3 comments

Sudah 11 tahun lebih saya tidak pernah bekunjung ke museum jawabarat Sri baduga Yang ada di deket lapangan Tegal Lega bandung. Dulu pas waktu SD sering sekali saya berkunjung ke museum tersebut even ketika waktu bulan puasa “ngabuburit”.

Sekarang setelah berkeluarga dan punya anak, pas liburan kali ini saya sempatkan jalan-jalan berkunjung ke museum tersebut…. dan SURPRISE saudara-saudara.. Ternyata setelah empat kali berganti walikota ( Ateng Wahyudi – Wahyu Hamidjaya – Aa ‘preman’ Tarmana – Dada Rosada)   koleksi musem tersbut kok “gitu-gitu aja” sama seperti  ketika saya SD 20 tahun yang lalu. Gak berubah dan tidak ada penambahan apaapun. Malah ada beberapa koleksi musem yang berkurang seperti replika kaki mulawarman dan prasasti batu tulis…

wah pada kemana neh koleksinya.. jangan sampai kejadian museum radiya pustaka solo yang kebobolan maling orang dalam terjadi di musem Sri Baduga ini. I hope not so…

Ngemeng-negemeng ruang aula audio visual museum tersebut sekarang sudah dikomersilkan jadi tempat acara  pernikahan…ck ck ck… Hidup nikah! Hidup rakyat! Hidup Persib!

Neh bebrapa Screenshot foto kunjungan museum dengan bintang cilik Hanif my Son:

Di depan arca shiwa

 

di lokasi arca-arca

 

replika rumah penggede sunda jaman baheula

 

Alat-alat Degung kuno – Mirip acara uka-uka

hiihhh seyemmm

Advertisements

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Lestari Budaya dan lestari NKRI, ikatan bathin budaya dan aksara daerah, bukan pelestarian bahasa luar dan aksara luar negeri di bumi persada indonesia; melalui musem budaya di masing-mamsing daerah, berprogram evaluasi dan berkesinambungan, pemerhati budaya/LADN(horas mada.

    marberang LR

    2 September 2008 at 11:10

  2. budaya ragam sesuai asal muasal anka didik bangsa, perlu di pak dalam satu pengajaran muatan lokal,” Cinta beraneka ragam budaya bangsa”, dan juga beasiswa untuk mahasiswa/i jurusan sastra dan budaya, serta donateur menetap pelestarian budaya ragam etnis suku bangsa di Indonesia,merdeka-horas.

    marberang LR

    2 September 2008 at 11:12

  3. jika tak berubah meskipun walikota dah beberapa kali berganti…lalu apa yang dilakukan para abdi negara yang mengurus tentang permuseuman itu yah?
    siapa siy yang urus? disbudpar?? hola… gimane niy, bapak dan ibu abdi negara…museum yang bisa dibanggakan oleh urang bandung inih tak akan berkembang dan tetap menjadi tempat yang kurang menarik untuk dikunjungi…(selain untuk studi tour atau tugas sekolah. hehehe)….

    nurul

    22 December 2009 at 20:20


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: